Jumat, 29 Juli 2016
Akuntansi Pajak: Audit Internal
Akuntansi Pajak: Audit Internal: 1. Pengertian Audit Internal Definisi audit internal menurut Sukrisno Agoes dalam bukunya Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor...
UDAH WAKTUNYA LO NGERTI TENTANG SHARING ECONOMY
by Raisa Nabila
Siapa yang
dulu pernah baca artikel Ziliun tentang sharing economy? Kalau belum baca dulu deh, karena kalau ngomongin masa depan, gak lengkap
kalo gak ngomongin ini. Apa
sih sharing economy? Gak ada definisi ilmiahnya sih, tapi Ziliun
paling suka penjelasan dari The Financial Times: sharing economy adalah a disruptive
economic form that unleashes new sources of supply atau kalau
terjemahannya, suatu bentuk ekonomi yang disruptif yang melepaskan
sumber-sumber suplai baru. Sumber-sumber
suplai apa? Banyak. Misalnya AirBnb, salah satu startup yang
membentuk sharing economy, jadi disruptif dengan cara
melepaskan sumber-sumber suplai akomodasi non-hotel seperti apartemen, rumah,
dan villa. Yang dulunya suplai akomodasi terbatas hanya dari para pemilik hotel
dan sejenisnya, sekarang masyarakat biasa yang kebetulan punya kamar gak
terpakai di rumah atau apartemennya, bisa menyuplai ruangan ini lewat AirBnB.
Gak cuma
akomodasi, transportasi juga bisa punya sumber suplai yang baru. Dulu, suplai
taksi terbatas ke jumlah taksi yang disediain perusahaan taksi aja. Sekarang,
karena adaya Uber, Lyft, dan lain-lain, siapapun yang punya mobil bisa
kasih tumpangan ke orang lain. Asal gak takut aja semobil sama stranger,
konsep ini sangat mensejahterakan banyak orang!
Kalau di
Indonesia, gimana? Ada juga startup asli Indonesia yang pake
konsep sharing economy, yaitu GO-Jek. Yang
tinggal di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali pasti pernah atau sering lihat
para ojek dengan jaket dan helm hijau cerah yang khas. Gak cuma tukang ojek
yang bisa ngojek, tapi juga siapapun yang punya sepeda motor dan butuh
penghasilan tambahan, bisa nyambi jadi Ojek memanfaatkan aplikasi GO-Jek.
Banyak
banget kontroversi seputar para startup yang tergabung
dalam sharing economy. Terakhir di Perancis, supir-supir taksi
konvensional pada ngebakar Uber, karena penghasilan mereka terancam akibat
adanya Uber. Hotel-hotel juga bilang pendapatan mereka menurun gara-gara ada
AirBnB. Terus, udah denger kan berita tentang abang GO-Jek yang di-bully sama
tukang ojek pangkalan?
Innovation
comes with a price. Emang gak
mungkin menerapkan suatu inovasi baru dan berharap jalannya mulus-mulus aja.
Sesuatu yang bener-bener baru otomatis belum punya regulasi yang mengatur,
jadinya pemerintah juga kelabakan. Belum lagi kompetitor yang udah puluhan
tahun berjaya mendominasi pasar, terus di-disrupt sama sharing
economy, lalu kemudian mulai anarki, kayak kejadian di Perancis itu.
Padahal, sharing
economy punya efek yang bagus buat perekonomian. Sesimpel kalau dulu
hanya perusahaan taksi besar yang bisa meraup keuntungan, sekarang masyarakat
biasa juga bisa. Sesuatu yang disruptif kayak gini menghasilkan lebih banyak
wirausaha kecil independen, dan bikin mereka jadi berdaya.
Di kuliah
Business Law gue dulu sih, ada suatu konsep (yang gue lupa namanya) bahwa hukum
harusnya mengikuti ekonomi. Jadi semuanya tetep harus ditujukan untuk
kesejahteraan masyarakat. Kalau memang sharing economy membuat
sejahtera dan meminimalisir dominasi kapitalisme, kenapa gak? Mari kita doa
sama-sama.
Minggu, 29 Mei 2016
Jurnal Beban Gaji
Beban gaji adalah kewajiban dari setiap perusahaan yang akan dibayarkan kepada setiap karyawan yang berkerja di perusahaan tersebut. Setiap transaksi wajib dilakukan pencatatan akuntansi, dan berikut adalah contoh soal dan jawaban untuk beban gaji adalah sebagai berikut :
PT. X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dan periode penggajiannya adalah setiap tanggal 1. Maka setiap pencatatan wajib dilakukan jurnal penyesuaian.
1. Pada tgl tutup buku 31 Maret dilaporkan jumlah gaji yang akan dibayar perusahaan adalah 5.000.000
2. Pada tanggal 1 April dilakukan pembayaran gaji dengan payroll bank. Sebesar Rp. 5.000.000
Jadi Jurnalnya adalah sebgai berikut :
Jawaban No. 1
Beban Gaji 5.000.000 (D)
Utang Gaji 5.000.000(K)
Jawaban No. 2
Utang Gaji 5.000.000 (D)
Bank 5.000.000 (K)
Berikut adalah jurnal Beban gaji, semoga bermanfaat...
Jumat, 20 November 2015
Pertanyaan dan Jawaban Sesi Presentasi Kelompok 4
A.
Pertanyaan
dari kelompok 2 Bapak M. Firmansyah
1.
Seberapa
penting informasi untuk analisis pekerjaan ?
Jawab : Penting
2.
Langkah
apa yang dilakukan jika ada human error ?
Jawab : yaitu dengan melakukan evaluasi secara berkala
untuk meminimalisir terjadinya human error
B.
Pertanyaan
dari kelompok 1 Bapak Dede
1.
Apakah
konsep tertentu dari analisis pekerjaan, pengukuran kinerja dan penilaian
kinerja ?
Jawab : gambaran tingkat
pencapaian pelaksanaan kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan,misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu
organisasi. Pada
masing-masing analisis, penilaian dan pengukuran kinerja
2.
Peran
dari masing-masing komponen ?
Jawab : perannya banyak, analisis pekerjaan beroeran
sebagai awal penentuan suatu gagasan awal dalam pelaksanaan, penilaian kinerja
berperan sebagai suatu kunci dalam menentukan keputusan dan pengukuran kinerja
sebagai acuan kinerja sebagai tolak ukur.
C.
Pertanyaan
dari kelompok 3 Ibu Sam cay
1.
Komponen
manakah yang paling penting dari ketiga komponen analisis perkerjaan jika
dipergunakan untuk karyawan yang sudah loyal pada perusahaan ?
Jawab : ada tiga komponen, jadi semua komponen sangat
penting karena berkaitan semua, jika karyawan sudah menguasai job desc, dan
sudah memenuhi spesifikasi maka harusnya sudah dilakukan evaluasi yang berkala.
Dengan melakukan promosi atau demosi karyawan sesuai dengan hasil dari
pengukuran dan penilaian kinerja yang disesuaikan dengan evaluasi kinerja.
D.
Pertanyaan
dari kelompok 5 Ibu Yunita
1.
Kalau
dari segi perusahaan untuk pemilihan karyawan dipilih karyawan yang pengalaman
tapi tidak bagus di test, atau fress graduate tapi bagus di test ?
Jawab : Yang diambil adalah karyawan yang pengalaman
dan dengan hasil test yang baik. Tetapi disesuaikan dengan kondisi yang
dibutuhkan. Jika perusahaan membutuhkan karyawan yang baru dengan budget
minimal maka lebih baiknya diterima fresh graduate tetapi lulus dalam test.
Terima Kasih
Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan adalah hal yang sangat penting
bagi suatu organisasi, karena berbagai tindakan dalam pengelolaan sumber daya
manusia tergantung pada informasi tentang analisis pekerjaan yang dilakukan.
Teori manajemen sumber daya manusia memberi petunjuk bahwa ada paling sedikit
sepuluh kegiatan pengelolaan sumber daya manusia yang penyelenggaraannya dengan
baik didasarkan pada informasi ananisis pekerjaan yang berhasil dikumpulkan dan
diolah. Informasi analisis pekerjaan
yang baik yaitu meliputi:
a.
Analisis pekerjaan harus dapat
memberikan gambaran tentang tantangan yang bersumber dari lingkungan yang
mempengaruhi pekerjaan para pekerja dalam organisasi.
b.
Analisis pekerjaan harus dapat
menghilangkan persyaratan pekerjaan yang sebenarnya tidak diperlukan karena
didasarkan pada pemikiran yang diskriminatif.
c.
Analisis pekerjaan harus juga
mampu menemukan unsur-unsur pekerjaan yang mendorong atau menghambat mutu
kekaryaan para anggota organisasi.
d.
Analisis pekerjaan harus dapat
merencanakan ketenagakerjaan untuk masa depan.
e.
Analisis pekerjaan harus mampu
mencocokkan lamaran yang masuk dengan lowongan yang tersedia.
f.
Analisis pekerjaan harus mampu
membantu dalam menentukan kebijaksanaan dan program pelatihan.
g.
Analis pekerjaan harus bisa
menyusun rencana pengembangan potensi para pekerja.
h.
Analisis pekerjaan harus dapat
menentukan standar prestasi kerja yang realistik.
i.
Analisis pekerjaan harus dapat
menempatkan para pegawai agar benar-benar sesuai dengan pengetahuan,
ketrampilan dan pengalaman yang dimilikinya.
j.
Analisis pekerjaan juga harus
dapat merumuskan dan menentukan sistem serta tingkat imbalan yang adil dan
tepat.
Pengumpulan informasi tentang analisis pekerjaan
juga tidak boleh lepas kaitannya dengan upaya mencapai tujuan dan sasaran organisasi.
Berdasarkan hal itu, ada tiga jenis kegiatan pengumpulan informasi yang perlu
dilakukan yaitu; mengidentifikasikan berbagai pekerjaan yang hendak dianalisis,
menyusun kuesioner sebagai instrumen pengumpulan informasi dan pengumpulan
informasi itu sendiri. Paling sedikit berbagai teknik tersebut harus mampu
memberikan sumbangan nyata dalam menentukan penyusunan uraian pekerjaan,
merumuskan spesifikasi pekerjaan, menetapkan standar prestasi kerja dan
menciptakan sistem informasi sumber daya manusia .
Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (Gary, 2004:70)
disebtkan bahwa penyelia atau spesialis SDM mengumpulkan beberapa informasi
berikut melalui analisis pekerjaan:
1.
aktivitas pekerjaan
2.
perilaku manusia
3.
mesin, perangkat, peralatan, dan
bantuan pekerjaan
4.
standar prestasi
5.
konteks pekerjaan
6.
persyaratan manusia
1.
Langkah-langkah
Utama dalam Analisis Pekerjaan
Dalam analisis pekerjaan terdapat dua langkah utama
yang harus dilakukan yaitu:
a.
penentuan tugas-tugas utama,
kegiatan-kegiatan, perilaku-perilaku, atau kewajiban-kewajiban yang akan
dilaksanakan dalam pekerjaan.
b.
Penetapan pengetahuan (knowlwdge),
kemampuan-kemampuan (skills), dan beberapa karakteristik lainnya
(faktor-faktor kepribadian, sikap, ketangkasan, atau karakteristik fisik dan
mental yang diperlukan bagi pekerjaan) yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
tugas-tugas.
Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa hasil
analisis pekerjaan umumnya berupa; deskripsi pekerjaan yang berkaitan dengan
isi (content) dan lingkup (scope) serta klasifikasi pekerjaan.
Deskripsi pekerjaan adalah sebuah daftar tertulis yang mendeskripsikan
aktifitas dan tanggung jawab dari pekerjaan, juga kondisi pekerjaan dan bahaya darinya. Klasifikasi pekerjaan
merupakan proses pengkategorisasian kedudukan sesuai dengan jenis kerja yang
dilakukan, jenis kecakapan yang dibutuhkan, atau faktor lainnya yang berkaitan
dengan kerja. Klasifikasi mempermudah analisis pekerjaan karena
klasifikasi berarti uraian pekerjaan,
dan standarkualifikasi yang dibakukan dapat dirumuskan untuk sekumpulan posisi.
Klasifikasi pekerjaan adalah ringkasan mutu, sifat, ketrampilan dan latar
belakang pribadi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
2.
Metode
Mengumpulkan Analisis Pekerjaan
Melakukan analisis pekerjaan biasanya melibatkan
gabungan dari seorang spesialis SDM, pekerja, dan penyelia pekerja. Spesialis
SDM (manaajer SDM, analis pekerjaan, atau konsultan). Penyelia dan pekerja bisa
mengisi kuesioner yang berisi aktivitas bawahanya. Penyelia dan pekerja
nantinya bisa menelaah dan mengesahkan kesimpulan analis pekerjaan mengenai
aktivitas dan kewajiban pekerjaaan itu.
Metode yang paling populer untuk mengumpulkan data
analisis pekerjaan adalah wawancara, kuosioner, observasi, dan diary/catatan
laporan.
a.
Wawancara
Para manajer
menggunakan tiga jenis wawancara untuk mengumpulkan data analisis pekerjaan,
yaitu wawancara individual dengan setiap karyawan, wawancara kelompok dengan
sekelompok karyawan yang memiliki pekerjaan sama, dan wawancara dengan satu
atau banyak penyelia yang mengetahui pekerjaan tersebut.
Jenis wawancara
apapun yang digunakan, penanya harus yakin bahwa orang yang diwawancarai
memahami sepenuhnya alasan wawancara, karena ada kecenderungan bahwa wawancara
adalah bentuk dari penilaian benar atau salah yang menjadi evaluasi efisiensi.
b.
Kuesioner
Sebelumnya
harus menentukan bagaimana struktur kuesioner dan pertanyaan yang digunakan.
Setiap karyawan harus mengisi satu dari kemungkinan ratusan kewajiban atau
tugas khusus. Orang tersebut diminta untuk menunjukan apakah melaksanakan setiap
tugas dan berapa lama waktu yang digunakanya.
Menggunakan
kuesioner adalah cara yang cepat dan efisien. Namun, mengembangkan dan
mengujinya (dengan meyakinkan pekerja memahami pertanyaanya) bisa menjadi mahal
dan memakan waktu.
c.
Observasi
Metode ini berguna
untuk pekerjaan yang terdiri dari aktivitas fisik yang dapat diamati
(ex.pekerja perakitan dan petugas akunting). Namun tidak sesuai untuk pekrjaan
yang membutuhkan banyak aktivitas mental (pengacara, insinyur perancangan) dan
bila karyawan hanya sekali-kali terlibat dalam aktivitas penting (seorang juru
rawat yang menangani gawat darurat). Masalah yang lain adalah reaktivitas,
pekerja berubah perilakunya karena kegiata pengawasan.
Pendekatan yang
dilakukan adalah mengamati pekerjaan selama siklus pekerjaan berlangsung dan
mencatatnya. Kemudian mengakumulasikan informasi dan hasil wawancara dengan
pekerja. Lalu memintanya untuk menjelaskan hal yang tidak dipahami dan
aktivitas yang tidak diamati. Pengamatan dan wawancara juga dapat dilakukan
secara simultan (bertanya saat pekerja melakukan pekerjaanya).
d.
Catatan Laporan Partisipan
Pendekatan lain
adalah dengan menanyakan kepada pekerja untuk menyimpan sebuah catatan laporan
tentang aktivitas yang mereka lakukan beserta waktunya. Ini dapat menghasilkan gambaran
yang lengkap tentang pekerjaan, khususnya saat ditambahkan wawancara dengan
pekerja dan penyelianya. Meskipun karyawan mungkin membesarkan atau mengurangi
aktivitas lainnya. Namun, sifat yang rinci dan kronologis dari laporan
cenderung untuk mengurangi masalah ini.
3.
Jenis
Analisis Pekerjaan
Terdapat dua jenis analisis pekerjaan, yakni;
analisis pekerjaan tradisional (traditional
job description) dan analisis pekerjaan yang berorientasikan hasil (results-oriented
job description).
a.
Analisis Pekerjaan Tradisional
Model tradisional ini hanya mencari informasi
sekitar tiga aspek, yakni:
1)
Tanggungjawab (responsibilities),
merinci unit organisasi kepada mana suatu kedudukan harus bertanggungjawab,
harus tunduk kepada pengarahan dan bagian pengendalain pelaksanaan.
2)
Kewajiban-kewajiban (duties)
umum dari seorang yang sedang memegang suatu kedudukan dan;
3)
Kualifikasi-kualifikasi (qualifications)
minimal yang diterima sebagai kelayakan.
b.
Analisis Pekerjaan yang
Berorientasikan Hasil
Analisis pekerjaan jenis ini
berasumsi bahwa uraian pekerjaan akan menjadi lebih bermanfaat jika uraian
pekerjaan tersebut memperjelas harapan-harapan organisasi kepada para pekerja, dan keterkaitan antara
tugas-tugas, standar-standar, kecakapan-kecakapan, dan kualifikasi-kualifikasi
minimal. Oleh karena itu, analisis pekerjaan ini memuat keterangan-keterangan
yang berkisar pada pernyataan-pernyataan, seperti;
1)
Task merupakan perilaku-perilaku,
kewajiban-kewajiban atau fungsi yang penting bagi suatu pekerjaan.
2)
Conditions merupakan bagaimana sifat dasar pada pekerjaan, atau syarat-syarat yang
diperlukan agar pekerjaan itu terlaksana.
3)
Standartds merupakan harapan-harapan
performansi obyektif yang diberikan pada setiap tugas, yang dituangkan menurut
ketentuan standar kuantitas, kualitas, atau ketepatan waktu yang benar-benar
dikaitkan dengan tujuan organisasi.
4)
SKAs merupakan kecakapan, pengetahuan, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan setiap tugas pada standar minimal yang diterima.
5)
Qualifications merupakan pendidikan dan pengalaman serta kualifikasi lain yang dibutuhkan
untuk memastikan bahwa para pekerja mempunyai SKAs yang diperlukan bagi
pelaksanaan tugas.
4.
Menuliskan
Deskripsi Pekerjaan
Sebuah deskripsi pekerjaan adalah pernyataan
tertulis tentang apa yang harus dilakukan pekerja, bagaimana melakukanya, dan
bagaimana kondisi kerjanya. Informasi ini dapat digunakan untuk menuliskan spesifikasi
pekerjaan. Hal ini berisi tentang pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan yang
dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan secara memuaskan.
Tidak ada format standar untuk menuliskan deskripsi
pekerjaan. Namun, sebagian besar mencakup:
a.
Identifikasi pekerjaan yang
berisi beberapa jenis informasi jabatan pekerjaan, tanggal (tanggal deskripsi
pekerjaan yang ditulis dan disiapkan untuk mengetahui siapa yang menulis).
b.
Ringkasan pekerjaan yang harus
menjelaskan sifat umum pekerjaan itu, dan menyertakan fungsi atau aktifitas
utamanya.
c.
Tanggung jawab dan kewajiban yang
menyebutkan masing-masing pekerjaan secara terpisah, dan menjelaskanya.
d.
Otoritas dari pemegang jabatan,
pada bagian ini juga harus mendefinisikan batas otoritas karyawan untuk suatu
pekerjaan.
e.
Standar prestasi dan kondisi
kerja. Hal ini menentukan standar yang diharapkan dicapai oleh karyawan dalam
setiap deskripsi pekerjaan yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya.
f.
Menuliskan Spesifikasi Pekerjaan
yang memperlihatkan orang seperti apa yang direkrut dan untuk kualitas seperti
apa orang itu harus diuji.
Langganan:
Postingan (Atom)
